DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA
Kualitas Harus Menjadi Tumpuan
INFO WAKTU BERDASARKAN KOTA JAKARTA 2014-08-21÷SUBUH:04:35:00|TERBIT:05:56:00| DZUHUR:11:54:00|ASHAR:15:15:00|MAGHRIB:17:52:00|ISYA:19:02:00
Ambar Wati Suci Bergabung 1398 hari 05:35:10 lalu dengan Total Karya 50 Karya
seni-sastra-berita 2014-08-21 | 14:58:14statistik-hitsVst : 339,00statistik-hitsHits :2169 statistik-hits OL :10statistik-hits Sum :327.954,00statistik-hits Tot :8.390.000,00
Untitled Document
      Dian Tandri
Dian Tandri
Bagian Publikasi

Jakarta - DKI. Indonesia
Aktivitas 660,00 Persen
Produktivitas 15,15 Persen
Total Karya 5 Karya
Bergabung Sabtu,2014-02-15 07:10:14
[ 187 hari 07:48:00 lalu]
MOTTO
Hanya waktu sebagai alat uji mutu baku

      Suryantie
Suryantie
Bagian Rumah Tangga

Jakarta - DKI. Indonesia
Aktivitas 225,00 Persen
Produktivitas 44,44 Persen
Total Karya 4 Karya
Bergabung Selasa,2014-03-11 02:07:06
[ 163 hari 12:51:08 lalu]
MOTTO
CINTA adalah Anugrah

      Chintia N.C
Chintia Nur Cahyanti
Bagian Studio

Jakarta - DKI. Indonesia
Aktivitas 1.923,00 Persen
Produktivitas 5,20 Persen
Total Karya 100 Karya
Bergabung Selasa,2009-06-09 13:00:09
[ 1899 hari 01:58:05 lalu]
MOTTO
Sulit dan Rumit untuk meraih sukses sebelum FOKUS

      Ade Suryani
Ade Suryani
Bagian Hubungan antar Lembaga

Jakarta - DKI. Indonesia
Aktivitas 19.900,00 Persen
Produktivitas 0,50 Persen
Total Karya 1 Karya
Bergabung Senin,2014-05-19 06:45:21
[ 94 hari 08:12:54 lalu]
MOTTO
Melangkah jangan berhenti, kita tidak tahu rahasia dibalik semua ini

      Arum B.S.
Arum Banjar Sari
Bagian Editing

Jakarta - DKI. Indonesia
Aktivitas 365,08 Persen
Produktivitas 27,39 Persen
Total Karya 126 Karya
Bergabung Selasa,2010-12-21 12:03:18
[ 1339 hari 02:54:57 lalu]
MOTTO
Mulailah dari apa yang bisa kamu lakukan

      Ambar W.S.
Ambar Wati Suci
Bagian Editing

Jakarta - DKI. Indonesia
Aktivitas 360,00 Persen
Produktivitas 27,78 Persen
Total Karya 50 Karya
Bergabung Sabtu,2010-10-23 09:23:04
[ 1398 hari 05:35:11 lalu]
MOTTO
Kecerdasan Generasi Muda dapat dimulai dari Budaya GEMAR MEMBACA

support-inspiratif-seni http://www.mutiarasukma.nethttp://www.mutiarasukma.net
MUTIARA PLAYER
Flash MP3 Player

No flash player!

It looks like you don't have flash player installed. Click here to go to Macromedia download page.


Powered by INDO MULTI SEJAHTERA, PT
CORNER KASTIL CINTAKU
Bebaskan diri saat gagal, yang gagal itu peristiwanya, bukan Anda.
Mutiara Sukma


PUBLIC RELATION 24 JAM ONLINE
MIS MUTIARA SUKMA
› SMS +62811-1041-247
› PIN BBM : 76402D06
› mutiara@mutiarasukma.net
› LIVE CHAT
LiveZilla Live Help

MUTIARA SUKMA NETWORKING
Satu sentuhan untuk semua kebutuhan
Kantor Pemasaran dan Riset :
Bekasi - Cirebon - Indramayu - Bandung - Madura - Pontianak - Solo
    Phone:
    +6221-88355410;
    Fax:
    +6221-88347019;
    SMS : 0811-8161-047; 0812-1300-4080

    » Kurs valuta asing adalah perbandingan nilai mata uang asing yang dinyatakan dengan nilai mata uang dalam negeri. Kurs jual, adalah harga saat bank menjual valuta asing sedangkan Kurs beli adalah harga saat bank membeli valuta asing. Nilai tukar valuta asing (jual maupun beli) dipandang dari sisi bank atau dari sisi pedagang valuta asing.
real estate asri ekonomis
    » KELAS PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN Dedidikasikan oleh para praktisi untuk mencetak SDM berwawasan Kewirausahaan KLIK
aneka taman minimalis
    » Setiap rumah akan menjadi sangat indah dengan sentuhan taman yang sepadan disekitar lingkungan. Tata letak, ukuran, dan keseimbangan menjadi acuan. KLIK
    »RENT CAR 24 JAM
    Dengan atau tanpa Supir
    Harian - Bulanan
    Aneka pilihan kendaran

    »JASA ANTAR JEMPUT
    Karyawan Pabrik
    Anak Sekolah
Untitled Document
MUTIARA RESIDENCE Cluster berwawasan lingkungan www.mutiararesidence.org
« BACK | MACAM - MACAM SENI TARI TRADISIONAL JAWA  ± Laporan - Inspirasi © 2011 Ambar Wati Suci HITS : 5357 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra comment 2 http://mutiarasukma.net/inspirasi-mutiarasukma-2305.htmlRabu, 2011-09-14 : 11:08:07 | 1072 hari 03:50:08 lalu share-publish-macam--macam-seni-tari-tradisional-jawa Send by multimedia-situs-karya-seni-sastra

  • ANEKA FURNITUR | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Izuzu Panther TURBO | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Fortuner Diesel | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Meja Makan | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • KEAGENAN Bandeng Tanpa Duri | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • OUTLANDER SPORT | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • PAJERO SPORT | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Mercy | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • JUKE CVT RX | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • New CRV | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Toyota Soluna | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Toyota Vios | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Honda City | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Fortuner Toyota | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Nissan Livina | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Suzuki SWIFT | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • TIK SD / MI 1 s/d 6 | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SMP Global Persada Mandiri | Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SMA Global Persada Mandiri | Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • CRV Honda | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SDN Sepanjang Jaya IV | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SMK Mandiri | Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SDN Bojong Menteng II | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SDN Bojong Menteng III | Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SDN Bojong Menteng V | Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SD Santa Lusia | Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • SDN Sepanjang Jaya VI | Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • X-Trail | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Intelegence Scanner | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Aneka Varian Expora | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Exora Star | Ready Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Avanza G | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

  • Nissan Evalia 1.5 A | Terjual Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra

MUTIARA SUKMA Networking
Telp : 021-88347019;
HP : 0811-816-1047

  Jakarta DKI Indonesia.--    Tari sering disebut juga ”beksa”, kata “beksa” berarti “ambeg” dan “esa”, kata tersebut mempunyai maksud dan pengertian bahwa orang yang akan menari haruslah benar-benar menuju satu tujuan, yaitu menyatu jiwanya dengan pengungkapan wujud gerak yang luluh.
Seni tari adalah ungkapan yang disalurkan / diekspresikan melalui gerak-gerak organ tubuh yang ritmis, indah mengandung kesusilaan dan selaras dengan gending sebagai iringannya. Seni tari yang merupakan bagian budaya bangsa sebenarnya sudah ada sejak jaman primitif, Hindu sampai masuknya agama Islam dan kemudian berkembang. Bahkan tari tidak dapat dilepaskan dengan kepentingan upacara adat sebagai sarana persembahan. Tari mengalami kejayaan yang berangkat dari kerajaan Kediri, Singosari, Majapahit khususnya pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
Surakarta merupakan pusat seni tari. Sumber utamanya terdapat di Keraton Surakarta dan di Pura Mangkunegaran. Dari kedua tempat inilah kemudian meluas ke daerah Surakarta seluruhnya dan akhirnya meluas lagi hingga meliputi daerah Jawa Tengah, terus sampai jauh di luar Jawa Tengah. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu sudah ada sejak berdirinya Kraton Surakarta dan telah mempunyai ahli-ahli yang dapat dipertanggungjawabkan. Tokoh-tokoh tersebut umumnya masih keluarga Sri Susuhunan atau kerabat kraton yang berkedudukan. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu kemudian terkenal dengan Tari Gaya Surakarta. Macam-macam tariannya :

Srimpi, Bedaya, Gambyong, Wireng, Prawirayuda, Wayang-Purwa Mahabarata-Ramayana. Yang khusus di Mangkunegaran disebut Tari Langendriyan, yang mengambil ceritera Damarwulan.

Dalam perkembangannya timbullah tari kreasi baru yang mendapat tempat dalam dunia tari gaya Surakarta. Selain tari yang bertaraf kraton (Hofdans), yang termasuk seni tari bermutu tinggi, di daerah Jawa Tengah terdapat pula bermacam-macam tari daerah setempat. Tari semacam itu termasuk jenis kesenian tradisional, seperti :
-- Dadung Ngawuk, Kuda Kepang, Incling, Dolalak, Tayuban, Jelantur, Ebeg,
Ketek Ogleng, Barongan, Sintren, Lengger, dll.

Pedoman tari tradisional itu sebagian besar mengutamakan gerak yang ritmis dan tempo yang tetap sehingga ketentuan-ketentuan geraknya tidaklah begitu ditentukan sekali. Jadi lebih bebas, lebih perseorangan.

Dalam seni tari dapat dibedakan menjadi klasik, tradisional dan garapan baru. Beberapa jenis tari yang ada antara lain :

1. Tari Klasik
Tari Bedhaya :
Budaya Islam ikut mempengaruhi bentuk-bentuk tari yang berangkat pada jaman Majapahit. Seperti tari Bedhaya 7 penari berubah menjadi 9 penari disesuaikan dengan jumlah Wali Sanga. Ide Sunan Kalijaga tentang Bedhaya dengan 9 penari ini akhirnya sampai pada Mataram Islam, tepatnya sejak perjanjian Giyanti pada tahun 1755 oleh Pangeran Purbaya, Tumenggung Alap-alap dan Ki Panjang Mas, maka disusunlah Bedhaya dengan penari berjumlah 9 orang. Hal ini kemudian dibawa ke Kraton Kasunanan Surakarta. Oleh Sunan Pakubuwono I dinamakan Bedhaya Ketawang, termasuk jenis Bedhaya Suci dan Sakral, dengan nama peranan sebagai berikut :
a. Endhel Pojok
b. Batak
c. Gulu
d. Dhada
e. Buncit
f. Endhel Apit Ngajeng
g. Endhel Apit Wuri
h. Endhel Weton Ngajeng
i. Endhel Weton Wuri

Berbagai jenis tari Bedhaya yang belum mengalami perubahan :
-- Bedhaya Ketawang lama tarian 130 menit
-- Bedhaya Pangkur lama tarian 60 menit
-- Bedhaya Duradasih lama tarian 60 menit
-- Bedhaya Mangunkarya lama tarian 60 menit
-- Bedhaya Sinom lama tarian 60 menit
-- Bedhaya Endhol-endhol lama tarian 60 menit
-- Bedhaya Gandrungmanis lama tarian 60 menit
-- Bedhaya Kabor lama tarian 60 menit
-- Bedhaya Tejanata lama tarian 60 menit

Pada umumnya berbagai jenis Bedhaya tersebut berfungsi menjamu tamu raja dan menghormat serta menyambut Nyi Roro Kidul, khususnya Bedhaya Ketawang yang jarang disajikan di luar Kraton, juga sering disajikan pada upacara keperluan jahat di lingkungan Istana. Di samping itu ada juga Bedhaya-bedhaya yang mempunyai tema kepahlawanan dan bersifat monumental.

Melihat lamanya penyajian tari Bedhaya (juga Srimpi) maka untuk konsumsi masa kini perlu adanya inovasi secara matang, dengan tidak mengurangi ciri dan bobotnya.

Contoh Bedhaya garapan baru :
-- Bedhaya La la lama tarian 15 menit
-- Bedhaya To lu lama tarian 12 menit
-- Bedhaya Alok lama tarian 15 menit
dll.

Tari Srimpi
Tari Srimpi yang ada sejak Prabu Amiluhur ketika masuk ke Kraton mendapat perhatian pula. Tarian yang ditarikan 4 putri itu masing-masing mendapat sebutan : air, api, angin dan bumi/tanah, yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Sedang nama peranannya Batak, Gulu, Dhada dan Buncit. Komposisinya segi empat yang melambangkan tiang Pendopo. Seperti Bedhaya, tari Srimpipun ada yang suci atau sakral yaitu Srimpi Anglir Mendhung. Juga karena lamanya penyajian (60 menit) maka untuk konsumsi masa kini diadakan inovasi. Contoh Srimpi hasil garapan baru :
Srimpi Anglirmendhung menjadi 11 menit
Srimpi Gondokusumo menjadi 15 menit
dll.
Beberapa contoh tari klasik yang tumbuh dari Bedhaya dan Srimpi :
a. Beksan Gambyong : berasal dari tari Glondrong yang ditarikan oleh Nyi Mas Ajeng Gambyong. Menarinya sangat indah ditambah kecantikan dan modal suaranya yang baik, akhirnya Nyi Mas itu dipanggil oleh Bangsawan Kasunanan Surakarta untuk menari di Istana sambil memberi pelajaran kepada para putra/I Raja. Oleh Istana tari itu diubah menjadi tari Gambyong.

Selain sebagai hiburan, tari ini sering juga ditarikan untuk menyambut tamu dalam upacara peringatan hari besar dan perkawinan. Adapun ciri-ciri Tari ini :
-- Jumlah penari seorang putri atau lebih
-- Memakai jarit wiron
-- Tanpa baju melainkan memakai kemben atau bangkin
-- Tanpa jamang melainkan memakai sanggul/gelung
-- Dalam menari boleh dengan sindenan (menyanyi) atau tidak.

b. Beksan Wireng : berasal dari kata Wira (perwira) dan 'Aeng' yaitu prajurit yang unggul, yang 'aeng', yang 'linuwih'. Tari ini diciptakan pada jaman pemerintahan Prabu Amiluhur dengan tujuan agar para putra beliau tangkas dalam olah keprajuritan dengan menggunakan alat senjata perang. Sehingga tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang dengan menggunakan alat perang. Ciri-ciri tarian ini :
-- Ditarikan oleh dua orang putra/i
-- Bentuk tariannya sama
-- Tidak mengambil suatu cerita
-- Tidak menggunakan ontowacono (dialog)
-- Bentuk pakaiannya sama
-- Perangnya tanding, artinya tidak menggunakan gending
sampak/srepeg, hanya iramanya/temponya kendho/kenceng
-- Gending satu atau dua, artinya gendhing ladrang kemudian
diteruskan gendhing ketawang
-- Tidak ada yang kalah/menang atau mati.

c. Tari Pethilan : hampir sama dengan Tari Wireng. Bedanya Tari Pethilan mengambil adegan / bagian dari ceritera pewayangan.

Ciri-cirinya :
-- Tari boleh sama, boleh tidak
-- Menggunakan ontowacono (dialog)
-- Pakaian tidak sama, kecuali pada lakon kembar
-- Ada yang kalah/menang atau mati
-- Perang mengguanakan gendhing srepeg, sampak, gangsaran
-- Memetik dari suatu cerita lakon.
Contoh dari Pethilan :
-- Bambangan Cakil
-- Hanila
-- Prahasta, dll.

d. Tari Golek : Tari ini berasal dari Yogyakarta. Pertama dipentaskan di Surakarta pada upacara perkawinan KGPH. Kusumoyudho dengan Gusti Ratu Angger tahun 1910. Selanjutnya mengalami persesuaian dengan gaya Surakarta. Tari ini menggambarkan cara-cara berhias diri seorang gadis yang baru menginjak masa akhil baliq, agar lebih cantik dan menarik. Macam-macamnya :
-- Golek Clunthang iringan Gendhing Clunthang
-- Golek Montro iringan Gendhing Montro
-- Golek Surungdayung iringan Gendhing Ladrang Surungdayung, dll.

e. Tari Bondan : Tari ini dibagi menjadi :
-- Bondan Cindogo
-- Bondan Mardisiwi
-- Bondan Pegunungan/Tani.
Tari Bondan Cindogo dan Mardisiwi merupakan tari gembira, mengungkapkan rasa kasih sayang kepada putranya yang baru lahir. Tapi Bondan Cindogo satu-satunya anak yang ditimang-timang akhirnya meninggal dunia. Sedang pada Bondan Mardisiwi tidak, serta perlengakapan tarinya sering tanpa menggunakan kendhi seperti pada Bondan Cindogo. Ciri pakaiannya :
-- Memakai kain Wiron
-- Memakai Jamang
-- Memakai baju kotang
-- Menggendong boneka, memanggul payung
-- Membawa kendhi (dahulu), sekarang jarang.
Untuk gendhing iringannya Ayak-ayakan diteruskan Ladrang Ginonjing. Tapi sekarang ini menurut kemampuan guru/pelatih tarinya. Sedangkan Bondan Pegunungan, melukiskan tingkah laku putri asal pegunungan yang sedang asyik menggarap ladang, sawah, tegal pertanian. Dulu hanya diiringi lagu-lagu dolanan tapi sekarang diiringi gendhing-gendhing lengkap. Ciri pakaiannya :
-- mengenakan pakaian seperti gadis desa, menggendong tenggok, memakai caping
dan membawa alat pertanian.
-- Di bagian dalam sudah mengenakan pakaian seperti Bondan biasa, hanya tidak memakai jamang tetapi memakai sanggul/gelungan. Kecuali jika memakai jamang maka klat bahu, sumping, sampur, dll sebelum dipakai dimasukkan tenggok.
Bentuk tariannya ; pertama melukiskan kehidupan petani kemudian pakaian bagian luar yang menggambarkan gadis pegunungan dilepas satu demi satu dengan membelakangi penonton. Selanjutnya menari seperti gerak tari Bondan Cindogo / Mardisiwi.

f. Tari Topeng :
Tari ini sebenarnya berasal dari Wayang Wong atau drama. Tari Topeng yang pernah mengalami kejayaan pada jaman Majapahit, topengnya dibuat dari kayu dipoles dan disungging sesuai dengan perwatakan tokoh/perannya yang diambil dari Wayang Gedhog, Menak Panji. Tari ini semakin pesat pertumbuhannya sejak Islam masuk terutama oleh Sunan Kalijaga yang menggunakannya sebagai penyebaran agama. Beliau menciptakan 9 jenis topeng, yaitu topeng Panji Ksatrian, Condrokirono, Gunung sari, Handoko, Raton, Klono, Denowo, Benco(Tembem), Turas (Penthul). Pakaiannya dahulu memakai ikat kepala dengan topeng yang diikat pada kepala.

2. Tari Tradisional
Selain tari-tari klasik, di Jawa Tengah terdapat pula tari-tari tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu. Kesenian tradisional tersebut tak kalah menariknya karena mempunyai keunikan-keunikan tersendiri. Beberapa contoh kesenian tradisional :

a. Tari Dolalak, di Purworejo.
Pertunjukan ini dilakukan oleh beberapa orang penari yang berpakaian menyerupai pakaian prajurit Belanda atau Perancis tempo dulu dan diiringi dengan alat-alat bunyi-bunyian terdiri dari kentrung, rebana, kendang, kencer, dllnya. Menurut cerita, kesenian ini timbul pada masa berkobarnya perang Aceh di jaman Belanda yang kemudian meluas ke daerah lain.

b. Patolan (Prisenan), di Rembang.
Sejenis olahraga gulat rakyat yang dimainkan oleh dua orang pegulat dipimpin oleh dua orang Gelandang (wasit) dari masing-masing pihak. Pertunjukan ini diadakan sebagai olah raga dan sekaligus hiburan di waktu senggang pada sore dan malam hari terutama di kala terang bulan purnama. Lokasinya berada di tempat-tempat yang berpasir di tepi pantai. Seni gulat rakyat ini berkembang di kalangan pelajar terutama di pantai antara kecamatan Pandagan, Kragan, Bulu sampai ke Tuban, Jawa Timur.

c. Blora.
Daerah ini terkenal dengan atraksi kesenian Kuda Kepang, Barongan dan Wayang Krucil(sejenis wayang kulit terbuat dari kayu).

d. Pekalongan
Di daerah Pekalongan terdapat kesenian Kuntulan dan Sintren. Kuntulan adalah kesenian bela diri yang dilukiskan dalam tarian dengan iringan bunyi-bunyian seperti bedug, terbang, dllnya. Sedangkan Sintren adalah sebuah tari khas yang magis animistis yang terdapat selain di Pekalongan juga di Batang dan Tegal. Kesenian ini menampilkan seorang gadis yang menari dalam keadaan tidak sadarkan diri, sebelum tarian dimulai gadis menari tersebut dengan tangan terikat dimasukkan ke dalam tempat tertutup bersama peralatan bersolek, kemudian selang beberapa lama ia telah selesai berdandan dan siap untuk menari. Atraksi ini dapat disaksikan pada waktu malam bulan purnama setelah panen.

e. Obeg dan Begalan.
Kesenian ini berkembang di Cilacap. Pemain Obeg ini terdiri dari beberapa orang wanita atau pria dengan menunggang kuda yang terbuat dari anyaman bambu (kepang), serta diiringi dengan bunyi-bunyian tertentu. Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang pawang (dukun) yang dapat membuat pemain dalam keadaan tidak sadar.
Begalan adalah salah satu acara dalam rangkaian upacara perkawinan adat Banyumas. Kesenian ini hidup di daerah Bangumas pada umumnya juga terdapat di Cilacap, Purbalingga maupun di daerah di luar Kabupaten Banyumas. Yang bersifat khas Banyumas antara lain Calung, Begalan dan Dalang Jemblung.

f. Calung dari Banyumas
Calung adalah suatu bentuk kesenian rakyat dengan menggunakan bunyi- bunyian semacam gambang yang terbuat dari bambu, lagu-lagu yang dibawakan merupakan gending Jawa khas Banyumas. Juga dapat untuk mengiringi tarian yang diperagakan oleh beberapa penari wanita. Sedangkan untuk Begalan biasanya diselenggarakan oleh keluarga yang baru pertama kalinya mengawinkan anaknya. Yang mengadakan upacara ini adalah dari pihak orang tua mempelai wanita.

g. Kuda Lumping (Jaran Kepang) dari Temanggung
Kesenian ini diperagakan secara massal, sering dipentaskan untuk menyambut tamu -tamu resmi atau biasanya diadakan pada waktu upacara

h. Lengger dari Wonosobo
Kesenian khas Wonosobo ini dimainkan oleh dua orang laki-laki yang masing-masing berperan sebagai seorang pria dan seorang wanita. Diiringi dengan bunyi-bunyian yang antara lain berupa Angklung bernada Jawa. Tarian ini mengisahkan ceritera Dewi Chandrakirana yang sedang mencari suaminya yang pergi tanpa pamit. Dalam pencariannya itu ia diganggu oleh raksasa yang digambarkan memakai topeng. Pada puncak tarian penari mencapai keadaan tidak sadar.

i. Jatilan dari Magelang
Pertunjukan ini biasanya dimainkan oleh delapan orang yang dipimpin oleh seorang pawang yang diiringi dengan bunyi-bunyian berupa bende, kenong dll. Dan pada puncaknya pemain dapat mencapai tak sadar.

j. Tarian Jlantur dari Boyolali
Sebuah tarian yang dimainkan oleh 40 orang pria dengan memakai ikat kepala gaya turki. Tariannya dilakukan dengan menaiki kuda kepang dengan senjata tombak dan pedang. Tarian ini menggambarkan prajurit yang akan berangkat ke medan perang, dahulu merupakan tarian penyalur semangat kepahlawanan dari keturunan prajurit Diponegoro.

k. Ketek Ogleng dari Wonogiri
Kesenian yang diangkat dari ceritera Panji, mengisahkan cinta kasih klasik pada jaman kerajaan Kediri. Ceritera ini kemudian diubah menurut selera rakyat setempat menjadi kesenian pertunjukan Ketek Ogleng yang mengisahkan percintaan antara Endang Roro Tompe dengan Ketek Ogleng. Penampilannya dititik beratkan pada suguhan tarian akrobatis gaya kera (Ketek Ogleng) yang dimainkan oleh seorang dengan berpakaian kera seperti wayang orang. Tarian akrobatis ini di antara lain dipertunjukan di atas seutas tali.

3. Tari Garapan Baru (Kreasi Baru)
Meskipun namanya 'baru' tetapi semua tari yang termasuk jenis ini tidak meninggalkan unsur-unsur yang ada dari jenis tari klasik maupun tradisional. Sebagai contoh :
a. Tari Prawiroguno
Tari ini menggambarkan seorang prajurit yang sedang berlatih diri dengan perlengkapan senjata berupa pedang untuk menyerang musuh dan juga tameng sebagai alat untuk melindungi diri.
b. Tari Tepak-Tepak Putri
Tari yang menggambarkan kelincahan gerak remaja-remaja putri sedang bersuka ria memainkan rebana, dengan iringan pujian atau syair yang bernafas Islam.

Sumber (www.blogster.com/anjjateng/seni-tari-jawa-tengah)

Inspirasi terkait (automatically generated possibility related)

MACAM - MACAM SENI TARI TRADISIONAL JAWA

| Tanggal publikasi: Rabu, 2011-09-14 : 11:08:07

UNDANG-UNDANG HAK CIPTA Sanksi Pelanggaran Pasal 72 tentang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
  • Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan / atau denda paling sedikit Rp. 1,000,000.00 (satu juta rupiah) atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 5,000,000,000.00 (lima miliar rupiah).
  • Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau terkait sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 500,000,000.00 (lima ratus juta rupiah)
 
Komentar No 546 998 hari -03:30:19 lalu by skashare-
Komentar untuk MACAM - MACAM SENI TARI TRADISIONAL JAWA by AMBAR WATI SUCI
kurang rinci
THANK A LOT
Jakarta DKI 2011-11-27 : 18:28:34
Ambar Wati Suci
 
Komentar No 947 874 hari -05:45:46 lalu by MIS Mutiarasukmashare-
Komentar untuk MACAM - MACAM SENI TARI TRADISIONAL JAWA by AMBAR WATI SUCI
terimakasih masih berlanjut ya..
THANK A LOT
Jakarta DKI 2012-03-30 : 20:44:01
Ambar Wati Suci



Isi Komentar MACAM - MACAM SENI TARI TRADISIONAL JAWA 2305
Nama / NameEmail
Komentar / Comment

BACK




MUTIARA SUKMA Networking Real TIME |
PETA LOKASI R&D MUTIARA SUKMA & MUTIARA SUKMA Networking
Jl. RS. Mekar Sari No. 89 RT 03 RW 03 Bekasi 17112
Phone : +6221-88355410 Fax +65221-88347019; HP : 0811-1041-247


PENDIDIKAN ERA TEHNOLOGI DAN INFORMASI
SmartSoft merupakan Modul System Pendidikan yang dirancang khusus untuk Pendidikan Indonesia dalam menyikapi perubahan dan perkembangan.
SmartSoft dirancang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan suatu lembaga pendidikan dengan konsep dasar mempertahankan budaya kerja yang sudah baik sebagai ciri khas suatu lembaga. SmartSoft hanya mengubah cara lama menjadi cara baru yang lebih menyenangkan dan enjoy, sehingga system akan mampu menciptakan dan miningkatkan kinerja dan atau budaya kerja.

    MODUL SmartSoft meliputi :
  • Modul Pembagian Hak Akses berdasarkan Fungsi / Tugas serta Unit Pendidikan pada Sekolah yang menyelenggarakan lebih dari satu unit pendidikan
  • Modul Preference dirancang khusus untuk bagian manajemen yang akan menentukan gerak langkah pendidikan. Penentuan biaya pendidikan, cara bayar, kalender pendidikan, standardisasi penerimaan siswa baru berdasarkan prestasi akademik, menentukan RPP / Silabus Pendidikan, serta warning / rambu / standardisasi kinerja yang ingin dicapai manajemen.
  • Modul Penerimaan Siswa Baru (PPDB) secara online yang akan menerbitkan nomor register otomatis oleh system menjadikan data lebih akurat dikenali system berikutnya. Fungsi kertas formulir digantikan dengan Soft Copy dan Hard Copy Bukti Pendaftaran Online.
  • Modul Administrasi Pendidikan meliputi manajemen siswa, pengkelasan, kenaikan, pindah / mutasi, cetak kartu test / ujian, pembuatan NIS otomatis berdasarkan ketentuan masing-masing unit / sekolah, serta laporan meliputi US, Transkrip Nilai dan Absensi Siswa, serta laporan lainnya seperti cetak biodata siswa jika diperlukan
  • Modul Administrasi Keuangan meliputi penerimaan pembayaran, tunggakan, cetak struk pembayaran, laporan transaksi harian berupa hard copy dan soft copy, laporan keuangan dengan mengacu pada System Akuntansi Indonesia berdasarkan waktu (bulan, tahun, dan periode), laporan laba rugi, neraca
  • Modul Guru - Instruktur adalah modul yang disediakan untuk Guru dalam hal memberikan nilai dan absensi siswa serta tugas / penugasan / materi pembelajaran multimedia
  • Modul Siswa adalah modul hak akses siswa dan orang tua siswa untuk memantau kegiatan siswa (kehadiran dan nilai), jadwal pelajaran, serta info tugas
  • Modul Manajemen adalah modul untuk proses editing dan perubahan jika ada sesuai jenjangnya dilengkapi laporan secara realtime serta waktu (bulan, tahun, periode)
  • SMS gateway, Absensi sidik jari, dll
  • Pelatihan Pendidikan Multimedia
    Notice : Aplikasi dibuat bukan sekedar dari tangan trampil dalam mengolah data dan pemograman, namun didukung oleh kecintaan terhadap dunia pendidikan yang digali selama lebih dari 25 tahun dalam dunia pendidikan
    » Didedikasikan untuk Pendidikan Nasional
    SmartSoft merupakan Aplikasi Terapan System Manajemen Pendidikan Online. SmartSoft didedikasikan untuk Tingkat Owner (Yayasan / Perusahaan), Manajemen (Direktur / Pimpinan / Kepala Sekolah), Guru, dan Siswa.
Informasi, Hub. Mutiara Sukma Networking untuk memperoleh harga special.
MUTIARA SUKMA Networking Telp/Fax : +6221-88347019; +6221-88355410; HP : 0811-816-1047; 08118161047
Melayani :
» KENDARAAN BARU & BEKAS, TUKAR & TAMBAH, CASH & CREDIT
» ANTAR & JEMPUT, RENT CAR HARIAN - BULANAN TANPA / DENGAN SUPIR (AVANZA - INOVA - XENIA - KUDA - KIJANG - DLL)
» HINO Aneka BUS - KENDARAAN BESAR
» PELUANG USAHA
» JASA PEMBANGUNAN SYSTEM BERBASIS IT

Untitled Document
KWIK
Tlp. +6221-883 55410 Fax. +6221-883 47019 HP. 0811-816-1047; 0812-1300-4080