|
Pagi ini memang indah.
Hamparan mendung di cakrawala bagai hamparan payung untuk melindungi dari panasnya bara mentari.
Banyak kulihat anak-anak dan orang dewasa hilir mudik dan bercengkrama di sepanjang jalan dengan sangat nyaman. Tak sedikitpun terlihat wajah gerah gulana diantara raut-raut wajah mereka.
Semilir anginpun bagai lantunan desis kedamaian. Kalau saja pagi ini untuk pagi-pagi selanjutnya, mungkin tak ada gelora amarah di antara hati manusia. Ah.. tetapi tak mungkin. Karena hidup harus berubah dan memang sudah menjadi hukum yang telah ditetapkan demi semua kejayaan dan kemuliaan.
Aku berjalan dengan damai menuju lapangan luas tanpa batas. Lapangan yang tidak terhalang tembok-tembok tinggi bagi dikota-kota besar seperti Jakarta. Kulihat, kawanku tengah mengerjkan sesuatu di lapangan bebas itu sperti hari-hari biasanya. Luar biasa memang kawan yang satu ini. Tak mengenal lelah, pantang menyerah, dan kulihat semangatnya selalu diiringai alunan inspirasi hatinya. Memang begitulah hidup... ini.
"Apa khabar pagi ini..?" Sapaku pada kawanku ini. Kawanku ini bernama Ahwan. Ia berasal dari salah satu kota Jawa tengah.
"oh ya.. Pagi yang Indah dan Sibuk". jawabnya sambil tersenyum simpul.
"Alhamdulillah..., kita masih bersyukur masih dapat merasakan nikmatnya pagi ini dan nikmatnya arti ebuah kesibukan." Kataku sambil tersenyum pula.
Sapaan kecil ini kami lakukan tanpa jabat tangan seperti hari-hari biasa bila aku ketemu kawan-kawanku yang lain. Tetapi, raut dan intonasi pembicaraan kami memberi makna yang lebih erat dari sebuah jabat tangan.
"Oh ya.. semoga inspirasimu selalu membimbingmu dalam pekerjaanmu. maaf bila mengganggu..". Lanjutku.
"Oh..biasalah. Ya inspirasi untuk selalu menikmati pekerjaan ini. " Dia diam sesaat ... lalau melanjutkan ucapanya dengan penuh pandang..
"Inspirasi yang harus dinikmati dalam rutinitas mencari nafkah... ini yang aku butuhkan sesunguhnya." Kemudian ia terdiam... dengan pandangan masih penuh. Selanjutnay dengan nada pelan ia berkata: "Bukan Inspirasi untuk selalu berganti professi, tempat, maupun suasana".
Aku trdiam sejenak. Lalu aku berkata :"Inspirasi yang bersumber dari hati sanubari mungkin akan lebih abadi".
Kawanku berdiri dari sandaran duduknya. Mungkin berarti sudah lelah lama-lama duduk walau dalam hamparan yang begini luas tanpa btas. Atau mungkin ingin menegasakn suatu pendapat yang baru aku ungkapkan.
"Ya.... inspirasi yang bersumber dari dalam akan lebih nikmat. Dimanapun ada nikmat. Posisi apapun ada nikmat. Oh ya... kayaknya aku harus melanjutkan pekerjaanku dulu.".
"Oh tidak apa... masih banyak waktu. Bukankah kita terbebas dari ruang dan waktu..?
"Ya... technologi technologi telah menerobos ruang dan waktu... OK nanti jumpa lagi ya..?". katanya sambil melambaikan harapan untuk dapat berjumpa lagi.
"OK.. CU..... nice Day.."
Lalu kami berpisah. Dan aku masih terus menikmati keindahan pagi ini. pagi di awal Desember 2010 yang belum entu ada di hari-hari berikutnya.
"Salam untuk semua kawan-kawanmu ya..?". Begitulah akhir perbincangan pagi ini dengan kawanku AHWAN di media CHATTING.

Jl. Ry Kopo 34, 2010-12-01 : 12:21:31 Salam Hormat Ayu Lestari Dwi
Ayu Lestari Dwi mulai gabung sejak tepatnya Minggu, 2010-11-28 08:09:24. Ayu Lestari Dwi mempunyai motto Jika kita enggan melakukan hal yang kecil manamungkin kita dapat melakukan tugas yang besar
Berita : 156 Karya Puisi : 81 Karya Novel : 2 Karya Cerita Pendek : 3 Karya Lyrict : 6 Karya Filsafat : 19 Karya Cerita Bersambung : 1 Karya Laporan : 3 Karya Opini : 10 Karya Surat dari Hati : 79 Karya Sejarah : 2 Karya Sajak : 1 Karya Biografi : 3 Karya Pantun : 2 Karya Resensi : 6 Karya Surat Cinta : 2 Karya Total : 376 Karya Tulis
DAFTAR KARYA TULIS Ayu Lestari Dwi
Isi Komentar PAGI YANG INDAH DI AWAL BULAN DESEMBER 261
BACK
ATAU berikan Komentar mu untuk karya PAGI YANG INDAH DI AWAL BULAN DESEMBER 261 di Facebook
Terimakasih KASTIL CINTA KU ,
CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Setiap hari dimulai dengan kesempatan-kesempatan tersebut yang akan membawa kita menuju kemajuan dan kebahagiaan.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti
|
|