KATALOG KARYA TULIS JANTUNG RAJA RICHARD DIAWETKAN INSPIRASI INJIL No : 2013.4287 Berita - Inspirasi © 2013-03-08 : 09:01:49 (3152 hari 13:24:33 lalu)
KRONOLOGIS KARYA : Jumlah perolehan HITS 3646 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra Jumlah Komentar : 0 Komentator Pengiring Inspirasi : lyrict-lagu-pilihan-lama () Status Karya Tulis : Editor Publish
Share
>


SOUNDTRACK
Selamat MalamThe Power to be your best
ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita
Lagu () merupakan lagu pilihan MIS 6 Mutiara Sukma Chyntia Nur Cahyanti dipersembahkan dengan inspirasi : aku melihat pepohonan menghijau juga mawar berwarna merah yang tengah mekar seakan dipersembahkan untukku dan kamu lalu aku berpikir bahwa sesungguhnya dunia ini begitu indah langit berrwarna biru awan gemawan seputih kapas hari yang cerah penuh berkah warna-warna pelangi sangat cantik di langit juga pancaran wajah-wajah . Buka mata buka hati Satukan hati dan pikiran. Kastil Cinta Ku [MEMBANGUN CINTA MOMENT : 2021-10-20 16:50:53] RESENSI KARYA TULIS :
JANTUNG RAJA RICHARD DIAWETKAN INSPIRASI INJIL (Chyntia Nur Cahyanti ,2013).-- Jantung Raja Richard Berhati Singa diawetkan dengan merkuri, mint, dan kemenyan serta tumbuhan berbau wangi lain. Komposisi bahan kimia berbagai substansi yang dipakai untuk mengawetkan jantung penguasa Inggris itu terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Prancis. Sumber : http://id.berita.yahoo.com/jantung-raja-richard-diawetkan-inspirasi-injil-224146542.html TEMPO.CO, Jakarta--Jantung Raja Richard Berhati Singa diawetkan dengan merkuri, mint, dan kemenyan serta tumbuhan berbau wangi lain. Komposisi bahan kimia berbagai substansi yang dipakai untuk mengawetkan jantung penguasa Inggris itu terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Prancis.

Studi tersebut merupakan penelitian biokimia pertama terhadap jantung Richard I, yang meninggal pada 1199. Ketika wafat, sebagai sebuah praktek yang umum dilakukan pada masa itu, jantungnya dikeluarkan dan dimumifikasi secara terpisah dari tubuhnya. Jantung itu pun disimpan di tempat berbeda, yaitu di Notre Dame di Rouen selama berabad-abad sampai ditemukan kembali pada 1838.

"Bahan yang digunakan terinspirasi langsung dari naskah Injil," kata Philippe Charlier, peneliti dari University Hospital R. Poincaré di Prancis. "Tujuannya untuk mendekati bau kesucian."

Raja Richard I mulai memerintah pada 1189, dan sempat diculik serta ditahan di Eropa selama dua tahun. Pada 25 Maret 1199, Richard terkena panah di Chalus, Prancis, dan meninggal 12 hari kemudian karena terkena gangrene.

Isi perutnya diangkat dan disimpan di Chalus, sedangkan tubuhnya dimakamkan di Fontevraud Abbey di Prancis. Jantungnya diawetkan dan ditaruh dalam peti tersendiri, lalu dibawa ke Notre Dame di Rouen.

»Pembagian dan penyebaran jenazah tersebut dilakukan untuk menyimbolkan dan menandai daerah kekuasaan Richard I,” kata Charlier. Namun tak ada naskah kuno yang mencatat bagaimana proses pengawetan dilakukan.

Jantung Richard I tetap berada di Rouen hingga Juli 1838, ketika sejarawan setempat menemukan sebuah kotak timah bertulisan, »Inilah jantung Richard, Raja Inggris”. Jantung tersebut kini telah menjadi debu, serbuk putih kecokelatan.

Dari serbuk tersebut, Charlier dan timnya menemukan beragam senyawa, termasuk jejak protein otot jantung manusia. Mereka juga mengamati potongan kecil kain linen yang menunjukkan jantung itu dibungkus dengan kain sebelum disimpan dalam kotak.

Senyawa logam, seperti timah, kemungkinan berasal dari kotak penyimpanan. Senyawa lain kemungkinan digunakan dalam proses pengawetan, seperti unsur merkuri yang biasa ditemukan dalam makam abad pertengahan.

Peneliti juga menemukan serbuk sari beraneka macam tumbuhan myrtle, daisy, mint, pinus, ek, poplar, plantain, dan bellflower. Polen poplar dan bellflower, yang mekar pada April bertepatan dengan wafatnya Richard, kemungkinan terbawa angin ke dalam peti. Tanaman lain, seperti myrtle, daisy, dan mint kemungkinan sengaja digunakan untuk mengawetkan. Kemenyan, yang berasal dari getah pohon, mungkin berguna baik untuk mengawetkan maupun makna simbolis bahan tersebut.

Proses pengawetan jantung itu sangat penting karena perjalanan dari Chalus ke Rouen mencapai 530 kilometer. »Namun para pengikutnya mungkin juga melihat proses itu sebagai salah satu transformasi teologis,” kata Charlier. Simak berita iptek lainnya di sini.

LIVESCIENCE | TJANDRA





Indonesia,
Manajemen Mutiara Sukma
Chyntia Nur Cahyanti mulai gabung sejak 4520 hari 09:26:13 lalu tepatnya 2009-06-09 13:00:09. Chyntia Nur Cahyanti mempunyai motto Sulit dan Rumit untuk meraih sukses sebelum FOKUS