KATALOG KARYA TULIS MENEMUKAN POSISI SYUKUR DALAM KEHIDUPAN PART 1. No : 2011.450 Laporan - Alam © 2011-03-10 : 12:38:13 (3967 hari 01:48:40 lalu)
KRONOLOGIS KARYA : Jumlah perolehan HITS 2326 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra Jumlah Komentar : 0 Komentator Pengiring Inspirasi : lyrict-lagu-pilihan-lama CINTA SEJATI Bunga Citra Lestari (961) Status Karya Tulis : Editor Publish
Share
>


SOUNDTRACK
Selamat SiangThe Power to be your best
ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita
Lagu CINTA SEJATI BUNGA CITRA LESTARI (961) merupakan lagu pilihan MIS 4 Mutiara Sukma Ambar Wati dipersembahkan dengan inspirasi : Kemarin telah menjadi sejarah untuk menjadi acuan hari ini dan esok. Jangan lupakan sebab menjadi pelajaran.. Buka mata buka hati Satukan hati dan pikiran. Kastil Cinta Ku [MEMBANGUN CINTA MOMENT : 2022-01-16 06:06:29] RESENSI KARYA TULIS :
MENEMUKAN POSISI SYUKUR DALAM KEHIDUPAN PART 1. (Ambar Wati ,2011).-- Rumah persinggahan ini amat sangat sederhana, hanya terbuat dari bilik-bilik bambu. Yang mengherankan kami adalah rumah ini terdiri dari banyak kamar-kamar seperti sebuah rumah keluarga besar yang terdiri dari banyak anak, banyak menantu, banyak saudara, dll. Tulisan ini hadir begitu saja dari inspirasi spontan bukan laporan yang sedang kami susun berkenaan dengan perjalanan kami ke Solo bersama Bung Indra untuk penggalian suatu rasa seperti tugas yang dilakukan Kang Agus sama Jeng Ayu di Kota Cirebon. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan bahwa inspirasi ini muncul juga karena situasi dan kondisi yang mendorong lahirnya suatu inspirasi. Tulisan ini bukan bagian dari laporan karena telah mengandung pendapat pribadi, akan tetapi karena ada kaitannya dengan tugas kami maka tulisan ini dikirimkan pada Spesial Event. Biarlah publik yang akan menilai dari suatu pokok bahasan atau pendapat, demikian wejangan manajmen mutiarasukma ketika memberangkatkan kami. Dan juga pesannya, bahwa asset termahal dari seorang penulis adalah Inspirasi, jadi jika Inspirasi itu ada jangan pernah mengabaikannya.
Sebenaranya kami berangkat berempat dalam dua kelompok. Yaitu Kelompok Kang Agus yang ditemani Jeng Ayu dan Kelompok Bung Indra bersama Aku (Ambar). Kami memang telah sepakat untuk melakukan perjalanan dengan kereta api untuk memperoleh inspirasi awal dan motivasi kami dengan kemungkinan bertemu banyak penumpang yang mungkin saja menuju tempat yang sama.
Perjalanan Bekasi Solo memang sangat melelahkan juga, terlebih kami menggunakan kereta ekonomi. Satu-satunya yang tetap membuat kami semangat adalah motivasi mutiarasukma.
Kami sampai di Statsiun Balapan Solo sekitar Jam 03.30 suatu malam yang masih larut. Akan tetapi, kehidupan Kota Solo masih terasa ramai walau tidak seramai Bekasi atau Jakarta.
Akhirnya kami sepakat beristirahat sejenak menunggu datangnya Subuh.
Demikianlah sekilas perjalanan dari kereta api, dan perjalanan kami dilanjutkan dengan menggunakan BUS menuju Barongan.
Kurang lebih 30 menit akhirnya kami sampai di barongan dan ketika kami turun dari BUS turut turun pula tiga pasang manusia berusia baya.
Kami berhenti di pertigaan dan menyapa penumpang yang turun bersama kami sekaligus bertanya arah yang menuju Gunung Kemukus.
Salah seorang Ibu Muda sebut saja Ibu Cantik bertanya balik :"Memang adik mau ke sana ya... ? dari mana dek..?".
"Oh ya... tapi aku baru pertama kesini jadi ya maklum belum tahu arahnya".
"Kalau begitu kita jalan saja bersama-sama soalnya kalau nunggu ojek agak lama nich. masih terlalu pagi...". Ujarnya sambil mengajak teman prianya (mungkin suaminya, karena langsung mengapit tangan sang lelaki). "Mari kita jalan..". Ajaknya.
Diperjalanan, kami akhirnya berbincang-bincang seputar asal daerah, pekerjaan, rumah tangga, dan anak-anak.
Tak terasa perjalanan telah sampai tujuan, setidaknya hampir 20 menit. Kemudian, kami memasuki area wisata Gunung Kemukus dan kami akhirnya singgah disebuah rumah dimana Ibu Cantik ini selalu menetap di rumah persinggahan ini jika melakukan ziarah ke Makam Pangeran Samoedra Gunung Kemukus.
Rumah persinggahan ini amat sangat sederhana, hanya terbuat dari bilik-bilik bambu. Yang mengherankan kami adalah rumah ini terdiri dari banyak kamar-kamar seperti sebuah rumah keluarga besar yang terdiri dari banyak anak, banyak menantu, banyak saudara, dll.
"Bu bisa pesan kopi..?". Tanya Bung Indra pada pemilik warung yang tak lama kemudian pemilik warung itu membawa dua gelas kopi.
Sekitar Jam 10 kami sepakat untuk mencoba berkeliling lingkungan sekedar memperoleh moment yang mungkin dapat dijadikan sumber informasi.
Demikian yang kami lakukan sampai akhirnya kami banyak menemukan hal yang menurut kami berbeda pendapat yang sangat signifikan.
Tobe... continued..........>





Indonesia,
Manajemen Mutiara Sukma
Ambar Wati mulai gabung sejak 4105 hari 05:03:49 lalu tepatnya 2010-10-23 09:23:04. Ambar Wati mempunyai motto Kecerdasan Generasi Muda dapat dimulai dari Budaya GEMAR MEMBACA