KATALOG KARYA TULIS MENEMUKAN POSISI SYUKUR PART-2 No : 2011.480 Laporan - Alam © 2011-03-19 : 11:27:37 (3958 hari 02:33:37 lalu)
KRONOLOGIS KARYA : Jumlah perolehan HITS 6829 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra Jumlah Komentar : 0 Komentator Pengiring Inspirasi : lyrict-lagu-pilihan-lama Status Karya Tulis : Publish
Share
>


SOUNDTRACK
Selamat SiangThe Power to be your best
ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita
Lagu merupakan lagu pilihan MIS 4 Mutiara Sukma Ambar Wati dipersembahkan dengan inspirasi : Kemarin telah menjadi sejarah untuk menjadi acuan hari ini dan esok. Jangan lupakan sebab menjadi pelajaran.. Buka mata buka hati Satukan hati dan pikiran. Kastil Cinta Ku [MEMBANGUN CINTA MOMENT : 2022-01-16 06:06:29] RESENSI KARYA TULIS :
MENEMUKAN POSISI SYUKUR PART-2 (Ambar Wati ,2011).-- Malam pertama di Gunung Kemukus beberapa saat lagi akan kami Malam pertama di Gunung Kemukus beberapa saat lagi akan kami lalui. Pohon-pohon disekitar makam Pangeran Samudra bergoyang meliak-liuk bagai penari bullet professional yang sedang menghibur para pengunjung Gunung Kemukus.
Aku sendiri bersama Bung Indra masih dalam kebimbangan harus darimana mulai melakukan pencarian data. Jujur disini sangat riskan, mengingat kebenaran fakta bahwa memang mithos Gunung Kemukus sebagai tempat untuk memperoleh Kekayaan melalui Ritual Persenggamaan dengan pasangan selain Isteri maupun Suami memang demikian adanya.
Tempat dimana kami tinggal sementarapun ternyata ruang-ruang yang berjejer banyak ternyata bukan untuk saudara atau fasilitas sebuah keluarga besar melainkan disiapkan bagi para pengunjung untuk melakukan ritual setelah berziarah ke Makam Pangeran Saumudra. Bahkan, ketika kami sedang berbincang di warung itu bersama Bung Indra datang sepasang suami isteri bersama dua anaknya yang masih kecil antara 5 dan 7 atau 8 tahun yang tiba-tiba menyapa pada Bung Indra :"Sudah punya pasangan Pak..?".
Bung Indra jadi seperti nyengir, malu, atau entahlah apa.. dan sebelum Bung Indra menjawab, tamu itu melanjutkan pembicaraannya. "Iya begitulah ritual disini dan keyakinan di sini. Aku datang bersama Isteri saya ini juga sudah saya sampaikan sejak dirumah dan kami sepakat jika ada yang mau saya mengizinkannya. Demikian pula Isteri saya juga harus mengizinkan saya. Tapi biarlah Isteri saya dulu yang menjalani... Biar saya menunggui anak-anak disini...". Demikianlah tanpa malu-malu Sang Bapak setengah baya ini mengemukakan isi hatinya.
Aku sangat sedih dan terpukul, sejauh inikah untuk sesuatu harus dikorbankan...? Antara rasa jijik, muak, dan sedih menyanksikan ini aku hanya termenung.... Dan mengucap syukur, bahwa saya pribadi masih dapat menikmati hidup sebagaimana kehidupan wajar. Sementara, Bung Indra sangat serius memerhatikan kedua pasangan itu mungkin hanya sekedar untuk menghargai karena Bung Indra tidak mungkin akan melakukan hal semacam ini walau aku tidak tahu..
Bapak setengah baya itu bicara lagi: "tapi ya seperti itulah Isteri saya... mungkin tidak cantik tapi cukuplah sekedar hanya syarat saja".
Aku melihat Bapak itu setengah menawarkan Isterinya kepada Bung Indra. Dalam hatiku benar-benar ber-Istighfar dan ketika Bung Indra menjawab hatiku menjadi tenang.
"Oh Iya, terimaksih hanya saya disini sedang main saja Pak bersama Kawan Saya ini. Kebetulan, saya dari kelompok Seni Pak, jadi sayaa sedang mencari moment-moment budaya".
"Memang itu syarat mutlak Pak..". Tanyaku penuh keberanian dan menjaga ketegaran hatiku.
"Ya... bagi yang yakin saja, oh ya Bu jika mau mandi ikuti arah yang itu Sendang Ontrowulan atau bergabung sama yang lain ya.... Aanak-anak biar aku yang jaga dulu ya...?". Perintah Bapak itu kepada Isterinya yang ditindaklanjuti oleh Isterinya meninggalkan warung dan pamit dengan senyum.
"Untuk berapa lama Mas tinggal disini...?". Tanyanya..
"Hmmm target sih paling 3 hari saja Pak..". Jawab Bung Indra dengan tetap tenang.
Demikianlah menjelang malam pertama kami, dimana kami mendapatkan Shock pertama dengan hal yang masih tabu buat kami. Ketika kami hendak mematikan rekaman pembicaraan yang kami hidupkan secara sembunyi, telpon berdering ternyata Mas Is, sebagai ketua Team dalam Investigasi ini.
"Ya Mas... ". Jawanku pelan
Mas Is begitulah aku memanggilnya, dimana aku kenal mas Is ketika aku masih di tingkat satu. Waktu itu, Mas Is memberikan pencerahan tentang kemandirian sekaligus membawa materi tentang System database berbasis Internet. Maklum Mas Is adalah praktisi dan penulis Buku-Buku Technologi Informasi dan Komunikasi (aku tdk mempromosikan lho...?, hanya sekedar cerita saja).
Setelah memberi wejangan dan Informasi seputar lingkungan Gunung Kemukus, akhirnya telpon itu aku serahkan pada Bung Indra atas permintaan Mas Is.
Bung Indra menerima dan mulai pembicaraan :"Ya Kang, aku sama Dek Ambar baik-baik saja. Malam ini kami mulai mencoba mengumpulkan data yang dimulai dari para pedagang dulu kali ya Kang..?". Tanya Bung Indra via Telpon.
"Ya... Ya... Baik Kang.... Insya-Allah". Lanjut Bung Indra lalu menutup telponnya.
Setelah itu, kami berdua mulai mengatur strategi untuk mulai action... Tobe continued...........
A





Indonesia,
Manajemen Mutiara Sukma
Ambar Wati mulai gabung sejak 4105 hari 04:38:10 lalu tepatnya 2010-10-23 09:23:04. Ambar Wati mempunyai motto Kecerdasan Generasi Muda dapat dimulai dari Budaya GEMAR MEMBACA