KATALOG KARYA TULIS KISAH PANGERAN SAMUDRA No : 2011.493 Laporan - Alam © 2011-03-20 : 21:42:11 (3957 hari -08:05:03 lalu)
KRONOLOGIS KARYA : Jumlah perolehan HITS 13385 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra Jumlah Komentar : 0 Komentator Pengiring Inspirasi : lyrict-lagu-pilihan-lama Status Karya Tulis : Publish
Share
>


SOUNDTRACK
Selamat SiangThe Power to be your best
ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita
Lagu merupakan lagu pilihan MIS 4 Mutiara Sukma Ambar Wati dipersembahkan dengan inspirasi : Kemarin telah menjadi sejarah untuk menjadi acuan hari ini dan esok. Jangan lupakan sebab menjadi pelajaran.. Buka mata buka hati Satukan hati dan pikiran. Kastil Cinta Ku [MEMBANGUN CINTA MOMENT : 2022-01-16 06:06:29] RESENSI KARYA TULIS :
KISAH PANGERAN SAMUDRA (Ambar Wati ,2011).-- Pada waktu kerajaan Majapahit runtuh di tahun 1478, maka berdirilah Pada waktu kerajaan Majapahit runtuh di tahun 1478, maka berdirilah kerajaan Demak di Jawa Tengah dengan Sang Raja bernama Raren Patah putra dari Raja Mojopahit terakhir yang lahir dari istri selir.
Menjelang jatuhnya kerajaan Majapahit putra-putra keluarga raja banyak yang keluar istana melarikan diri antara lain Raden Gugur melarikan diri kesebelah barat, terus menatap di lereng Gunung Lawu dan menjadi petapa di situ dengan gelar Sunan Lawa. Putra Mojopahit yang melarikan diri karena merasa tidak senang terhadap sikap Raden Patah, karena Raden Patah dianggap sebagai penyebab jatuhnya kerejaan Mojopahit.
Sementara itu, Pangeran Samudra beserta ibunya bernama Raden Ajeng Ontrowulan atau RA. Kintir tidak ikut melarikan diri, mereka berdua diboyong oleh Raden Patah ke Demak.
Pangeran Samudra adalah salah seorang pemuda yang baik hati, cerdas, pendamai dan penuh tanggung jawab. Sifat sifat ini di ketahui oleh Raden Patah dan beliau ingin memanfaatkan adiknnya itu untuk kepentingan kerajaan Demak.
Sehingga, pada suatu saat Pangeran Samudra dipanggil oleh Raden Patah, kemudian Raden Patah mengutarakan maksudnya yaitu Pangeran Samudra diutus untuk mencari saudara-saudaranya yang telah melarikan diri dan tidak diketahui dimana mereka bersembunyi serta selanjutnya untuk menyadarkan mereka dan mengakui kerajaan Demak dan tidak menjadi musuh Kerajaan Demak.
Pangeran Samudra menerima perintah Raden Patah dengan senang hati sekalipun tugas tersebut sangat berat dan sulit, karena tidak diketahui letak saudara-saudaranya berada disamping harus melewati gunung dan hutan.
Setelah mendapatkan petunjuk dari Raden Patah dan restu dari ibundanya, maka berangkatlah Pangeran Samudra dengan dikawal 2 orang abdi (pengikut) yang setia.
Dalam melakukan tugas yang berat tetapi mulia itu banayk sekali rintangan dan kesulitan yang harus dihadapi oleh Pangeran Samudra.
Berkat sepak terjang dan kegigihan Pangeran Samudra, penduduk setempat memberi penghargaan dengan memberi nama daerah sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang dialami dan dilaksanakan olerh Pangeran Samudra dan nama-nama daerah itu dikenal sampai sekarang.
disuatu daerah.diberi nama yang sesuai dengan peristiwa tersebut dapat dikenal hingga sekarang. Miisalnya, Punden Pondok merupakan nama tempat dimana Pangeran Samudra melakukan mondok pada daerah tersebut, Punden Salahan merupakan nama daerah karena membuat kesalahan, Bogorame, dan lain lainnya.
Usaha Pangeran Samudra tersebut berjalan hingga bertahun-tahun namun berkat sifat sifat yang dimiliki oleh Pangeran Samudra, tugas yang berat itu dapat dilaksanakan dan berhasil gemilang.
Kerabat/saudara saudaranya yang dapat ditemui dan menjadi sadar antara lain Raden Gugur (Sunan Lawu) yang ada dilereng gunung lawu, Bantoro Katong (Adipati Panorogo) dan Adipati Madiun.
Setelah berhasil dan keberhasilanpun dirasakan oleh Kerajaan Demak, maka Pangeran Samudra bermaksud kembali ke Demak untuk melaporkan kepada kakaknya/Raja Demak selanjutnya hendak s menghadap ibunya yang ia hormati dan ia sayangi.
Dalam perjalanan kembali ke Demak, Pangeran Samudra jatuh sakit di dukuh Barong. Akhirnya dua abdinya ditugaskan untuk melaporkan hasil tugasnya dan menyampaikan sakit yang dideritanya kepada Raja Demak beserta ibunya.
Pangeran Samudra yang ditingglkan didukuh Barong, dirawat oleh penduduk setempat akan tetapi ternyata sakitnya semakin parah dan akhirnya Pangeran Samudra merasa bahwa ajalnya telah tiba, maka ia berpesan kepada penduduk setempat kalau ia meninggal supaya dimakamkan di puncak Gunung Kemukus disebelah barat dukuh Barong.
Sementara itu, dua abdi yang ditugaskan menuju Kerajaan Demak akhirnya sampai di Kerajaan dan Langsung Melaporkan Hasil Perjuanagan Pangeran Samudra dan melaporkan pula Pangeran Samudra dalam kondisi sakit parah di Dukuh Barong.
Ketika RA. Retno Ontrowulan (RA. Kintir), ibu Tiri Pangeran Samudra mendengar laporan kondisi sakit anaknya maka RA. Retno Ontrowulan berangkat bersama kedua abdi Pangeran Samudra ke Dukuh Barong dengan harapan segera bertemu dengan putranya dan dapat kembali ke Demak.
Tetapi, harapan itu hancur karena ternyata ketika sampai didesa sebelah utara Sumberlawang, mendapat khabar bahwa Pangeran Samudra telah meninggal dunia. Maka, dengan langkah tergesa-gesa Ibu Tiri Pangeran Samudra terus menuju tempat zenajah Pangeran Samudra berada. Tempat dimana Ibu Tiri Pangeran Samudra melakukan perjalanan dengan tergesa-gesa itu, maka oleh penduduk diberi nama desa “Sumengko” sampai sekarang termasuk wilayah kelurahan Kacangan.
Ketika RA. Ontrowulan sampai ditempat di salah sebuah desa, ia terharu dan menangis dengan menghentak-hentakan kakinya, kemudian desa tersebut diberi nama desa “Nglendro”.
Perjalanan RA. Ontrowulan dan dua abdi Pangeran Samudra terus dilanjutkan dan ternyata untuk mencapai bukit kemukus harus menyebrangi sungai dan jalan berliku sehingga desa itu kemudian diberi nama “ Kedung Nguter”.
Setelah menyebrangi sungai, akhirnya R.A. Kintir sampai ditempat jenazah putranya di semayamkan. R.A Kintir meratapinya dengan kesedihan yang amat sangat. Tiba tiba terdengar suara gaib yang terdengar oleh RA. Ontrowulan : “Hai, ibuku jika ibu ingin mengikut saya, bersucilah di sungai (kramas) dan tanamlah bunga nagasari yang ada disunggul ibu di dekat makam, agar kelak sesudah tumbuh dapat untuk meneduh kuburan kita".
Mendengar suara/bisikan Ghaib tersebut maka RA. Ontrowulan atau RA. Kintir yang merupakan Ibu Tirinya melakukan apa yang diperintahkan dalam suara Ghaib tersebut. Dengan segera, ia melakukan keramas dan ternyata setelah selesai keramas, RA. Ontrowulan-pun meninggal. Selanjutnya, oleh penduduk jenazahnya dimakamkan dalam satu liang kubur dengan jenazah Pangeran Samudra, sesuai dengan permintaannya. Kedua pengikutnya dengan setia menunggui makam tersebut dan berniat kelak makam mereka-pun tetap berdampingan dengan P.Samudra.
Demikianlah sekilas Kisah Gunung Kemukus dan Pangeran Samudra yang menganggungkan cintanya hingga matipun dikubur dalam satu liang kubur. Keajaiban menyusul kemudian dimana tumbuh pohon pohon lainya yang mengakibatkan tempat tersebut menjadi rindang dan sejuk. Akhirnya, oleh penduduk makam tersebut dinamakan Makam “ GUNUNG KEMUKUS ” dan sendangnya diberi nama “ SENDANG ONTROWULAN “.





Indonesia,
Manajemen Mutiara Sukma
Ambar Wati mulai gabung sejak 4105 hari 04:14:04 lalu tepatnya 2010-10-23 09:23:04. Ambar Wati mempunyai motto Kecerdasan Generasi Muda dapat dimulai dari Budaya GEMAR MEMBACA