KATALOG KARYA TULIS SENYUM ITU DIRENGGUTNYA DENGAN PAKSA No : 2012.3489 Kisah Nyata non Privacy - Inspirasi © 2012-03-10 : 21:46:42 (3601 hari -08:10:11 lalu)
KRONOLOGIS KARYA : Jumlah perolehan HITS 2232 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra Jumlah Komentar : 0 Komentator Pengiring Inspirasi : lyrict-lagu-pilihan-lama () Status Karya Tulis : Publish
Share
>


SOUNDTRACK
Selamat SiangThe Power to be your best
ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita
Lagu () merupakan lagu pilihan MIS 5 Mutiara Sukma Arum Banjar Sarie Utomo dipersembahkan dengan inspirasi : Kemarin telah menjadi sejarah untuk menjadi acuan hari ini dan esok. Jangan lupakan sebab menjadi pelajaran.. Buka mata buka hati Satukan hati dan pikiran. Kastil Cinta Ku [MEMBANGUN CINTA MOMENT : 2022-01-16 06:06:29] RESENSI KARYA TULIS :
SENYUM ITU DIRENGGUTNYA DENGAN PAKSA (Arum Banjar Sarie Utomo,2012).-- Ami memandang lama didepan pintu ruang layanan transfusi darah penderita Thalasaemia dengan wajah sendu. Ingin rasanya saat itu memeluk suaminya. Ingin mengumbar tangis sejadinya. Namun, tak mampu melakukannya selain rembesan air mata yang mulai mengalir di pipinya. Belum sempat menyapa suaminya, terdengar suara Surya anak pertamanya memanggil.. Ami dan Budhi adalah pasangan usia tengah baya yang tinggal di Jakarta dan keduanya berasal dari Jawa Tengah.
Ami seorang Kepala Sekolah Dasar Swasta yang cukup tertanama sementara Budhi sang suami seorang Guru Matematika di Sekolah Menengah Pertama Swasta.
Keduanya menikah 9 tahun lalu dan telah dikaraunia 3 orang yang semua putra dan saat cerita ini dibuat Ami mengandung anaknya yang ke empat dalam usia kandungan 3 bulan. Hal ini dikarenakan, Sang Suami menginginkan anak perempuan.
Pasangan ini dinilai pasangan yang harmonis dan bahagia serta senyum selalu merekah pada setiap hari...
Hingga pada suatu hari, senyum itu direnggutnya dengan paksa........
 
Bulan Februari 2012 adalah adalah bulan yang menyebabkan gugurnya bunga-bunga yang bermekaran di taman hati keluarga Ami dan Budhi.  Hingga, tak ada lagi kupu-kupu indah yang menari-nari.   Tak ada lagi burung-burung berkicau nyanyian kegembiraan di pagi maupun petang.

Sore itu, Surya putra pertamanya yang baru duduk di kelas 3 SD telah di vonis oleh dokter ahli sebagai penderita Thalasaemia. Suatu penyakit bawaan yang diwariskan oleh  kedua orang tuanya.  Yang memilukan adalah semua anak-anaknya dipastikan mengidap penyakit ini.

Surya sore itu terbaring di salah satu dipan sebuah rumah sakit dengan satu selang berwarna merah darah yang menghubungkan kantong darah dengan tubuhnya. Wajahnya pucat. Matanya berwarna kuning. Sementara, Ami dan Budhi hanya duduk terdiam tanpa bahasa selain matanya selalu merespon pada setiap setiap tetes darah.  Tidak ada yang tahu, guman hati Budhi.  Pun tak akan ada yang mengerti suara hati Ami.

Tiba-tiba Budhi bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu keluar....

Ami tercengang. 
Mengerti akan perasaan suaminya yang telah 9 tahun mengayuh hidup bersama.
Ia pun mengikuti dari belakang setelah mencium kening anak pertamanya dan membisikan kata-kata sayang..

Di luar Budhi duduk di ruang tunggu dengan sebatang rokok mengepul dengan pandangan menerawang jauh .. 

Ami memandang lama didepan pintu ruang layanan transfusi darah penderita Thalasaemia dengan wajah sendu.  Ingin rasanya saat itu memeluk suaminya.  Ingin mengumbar tangis sejadinya.  Namun, tak mampu melakukannya selain rembesan air mata yang mulai mengalir di pipinya.  Belum sempat menyapa suaminya, terdengar suara Surya anak pertamanya memanggil..

"Mama......".

Ami berbalik dan segera masuk sementara Budhi masih asyik dengan lamunannya........ hingga disadarkan pada alunan Adzan Ashar..

"Astaghfirullah". Guman Budhi seraya menuju ruang dimana anak pertamanya sedang menerima transfusi darah ..

Diruangan itu, suster sedang merapihkan selang yang telah mengubungkan kantong darah dengan tubuh mungil Surya.

Suster tersenyum sebagai tanda proses transfusi sudah selesai lalu berlalu meninggalkan keluarga yang baru dirundung duka...........

Akhirnya keluarga Budhi meninggalkan rumah sakit ...............

Di Rumah, Budhi lebih banyak diam.
Rokok adalah satu-satunya jalan melepas fikiran..
Sementara itu, Ami belum berani mengusik hati suami yang telah menganugrahi 3 orang anak dan satu yang masih dalam kandungannya... dengan sering mengusap-usap kandungannya diiringi rembesan air mata..  Hingga pada satu malam........ dalam pembaringan...

"Pa.............", tanya Ami pada suaminya.
Budhi terdiam. 
Tak lama matanya memandang Isteri yang dicintainya dengan sendu.. kemudian mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar ............

Suasana kembali sepi.... dan akhirnya terlelap dalam tidur dengann segenap gelora hatinya masing-masing.

bersambung -->







Indonesia,
Manajemen Mutiara Sukma
Arum Banjar Sarie Utomo mulai gabung sejak 4046 hari 01:33:13 lalu tepatnya 2010-12-21 12:03:18. Arum Banjar Sarie Utomo mempunyai motto Mulailah dari apa yang bisa kamu lakukan